LanScope Cat

Trend Work from Home tidak menjadikan alasan bagi perusahaan tidak bisa memantau karyawannya

Work from Home

WHO (World Health Organization) telah mengatakan bahwa COVID-19 merupakan sebuah penyakit pandemic. Seluruh dunia harus terus mempersiapkan diri dengan baik terhadap kemungkinan buruk yang mungkin akan dihadapi dalam beberapa bulan bahkan satu tahun kedepan untuk menghadapi virus ini. Karena para ilmuan, pemerintah, dokter maupun WHO sendiri sebagai Organisasi Kesehatan Dunia masih belum tahu kapan pandemic ini akan berakhir. Penularan yang disebabkan dari manusia ke manusia merupakan kekuatan tersendiri dari virus ini. Kecepatannya dalam menularkan satu virus ke yang lainnya membuat beberapa negara mengalami kewalahan termasuk Indonesia.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk menekan angka peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia. Salah satunya dengan mengkampanyekan kepada masyarakat untuk menerapkan hidup sehat dan mengikuti protokol Kesehatan dengan melakukan physical distancing.

Dengan adanya physical distancing yang digencarkan oleh WHO. Perusahaan melakukan skema baru dalam bisnisnya dengan memberlakukan Work from Home (WFH).  Disamping sebagai upaya untuk mengendalikan penyebaran COVID-19, Work from Home atau Stay at Home menjadi trend bekerja baru bagi kalangan pekerja kantoran saat ini. Hal ini juga dilakukan agar keberlanjutan suatu bisnis perusahaan tetap berjalan.

Disisi lain menerapkan Work from Home juga akan beresiko mengurangi produktivitas karyawan karena tidak adanya pengawasan secara langsung oleh perusahaan karena memberikan kebebasan dan fleksibilitas dalam bekerja kepada setiap karyawannya. Hal ini diperburuk dengan adanya ketidakpastian kapan pandemi ini akan berakhir yang berarti Work from Home akan terus berlanjut hingga beberapa bulan kedepan tidak hanya 1 atau 2 bulan saja. Karena tidak dapat dipungkuri bahwasannya dengan adanya keterbatasan pandangan, seorang karyawan lambat laun akan memiliki kejenuhan yang akan berdampak negatif pada produktivitas nya terhadap pekerjaan.

Lalu, Bagaimana caranya memastikan karyawan anda tetap produktif? Meskipun Work from Home memiliki banyak tantangan, namun bukan berarti perusahaan tidak dapat memantau pekerjaan dan produktivitas pegawainya. Berikut adalah tips dan tindakan saat melakukan Work from Home untuk memudahkan pengawasan dan pegawai tetap produktif.

Memberikan Support kepada karyawan anda

Ditengah tantangan yang harus dihadapi oleh dunia bisnis, pimpinan sebaiknya tetap memberikan empati dan mungkin mengakui kejenuhan ataupun stress yang dialami oleh pekerjanya dalam keadaan sulit saat ini. Alangkah lebih baik seorang pimpinan juga memberikan dorongan motivasi dan kepercayaan diri mereka pada tim mereka. Dengan dukungan ini, karyawan akan lebih menerima tantangan yang dihadapi karena merasa ada teman seperjuangan dan perhatian sehingga dia fokus terhadap tujuan atau targetnya.

Meningkatkan Komunikasi antar Karyawan

Jika biasanya komunikasi antar tim dilakukan secara tatapmuka. Perusahaan harus membiasakan diri menggunakan teknologi agar kualitas dan komunikasi antar tim tetap terjaga. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar kemungkinan terjadinya nya miscommunication atau human eror yang memiliki probilitas tinggi dapat ditekan. Memberikan beberapa opsi teknologi yang berbeda seperti konferensi video, file sharing, email bahkan group chat perusahaan. Disamping memastikan koneksi internet dan channel komunikasi tersedia dan lancar seperti Whatsapp, slack yang harus selalu standby.

Selain itu, diperlukan platfrom komunikasi yaitu file sharing private yang terintegrasi untuk penyimpanan dokumen atau tugas setiap karyawan di perusahaan yang terlindungi. Jika anda menggunakan iij box, itu akan memudahkan karyawan atau anggota tim dalam bekerja karena akan lebih mudah berbagi, mengedit dan bekolaborasi tugas dengan tim secara online dan aman. Dengan demikian, proses kerja akan jauh lebih baik, cepat, aman, terstuktur dan produktif.

Membangun Ritme Kerja dan Memastikan kehadiran karyawan terkontrol

Ritme kerja yang baik akan membuat karyawan yang bekerja dari rumah atau Work from Home akan terasa lebih menyenangan. Dengan memberikan laporan mengenai daily activities nya selama Work from Home kepada pimpinan akan memberikan rasa tanggungjawab terhadap pekerjaannya dan pimpinan dapat melakukan penilaian atas kinerja tersebut. Akan tetapi hal ini tidak cukup untuk membuktikan dan memastikan produktivitasnya. 

Salah satu caranya adalah dengan menggunakan LanScope Cat. LanScope Cat merupakan SaaS yang memiliki kemampuan yang tidak hanya sebagai asset management namun juga mampu menjadi end point management solution bagi perusahaan anda.

Berbagai lisence dari LanScope Cat (SaaS) dapat menjadi pilihan perusahaan anda sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang bisnis anda hadapi yaitu Asset cat, Log cat, Web Cat, Device Cat, Mail Cat, ID Audit Cat, Protect Cat, Server Cat, Block Cat dan ISL Online. Sistem kerja dari LanScope Cat (SaaS) ini adalah menginstall agent di setiap end point seperti laptop, komputer atau server. Pemantauan dan report/hasil kinerja end point akan berbeda tergantung fungsi masing-masing lisence. Dengan banyaknya pilihan lisence features dalam satu SaaS ini akan memudahkan perusahaan mengawasi setiap end point management, tidak hanya berupa asset hardware, software, informasi namun juga karyawannya sebagai pengguna end point tersebut yang sedang bekerja di rumah. Prinsipnya adalah me-record dan melaporkan setiap aktivitas yang dilakukan secara offline maupun online yang dilakukan oleh karyawan pada perangkat end point nya. Sehingga, pimpinan tidak perlu khawatir karena dapat terus mengawasi karyawannya apakah mereka bekerja atau tidak.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk LanScope Cat yang berbasis SaaS secara langsung dengan menghubungi sales kami. Ceritakanlah masalah anda, kami akan siap mendengarkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *