Cloud Computing, atau Komputasi Awan, merupakan konsep yang muncul seiring dengan berkembangnya Teknologi Informasi di era modern ini. Istilah Komputasi Awan sendiri mucul pada tahun 2006 ketika Amazon menawarkan layanan berupa Elastic Cloud Computing (EC2) dan Simple Storage Service (S3). Menurut National Institute of Standards and Technology (NIST), Komputasi Awan adalah model yang memungkinkan akses jaringan yang ubikuitas, nyaman, dan sesuai dengan permintaan ke kumpulan sumber daya komputasi terkonfigurasi (misalnya, jaringan-jaringan (networks), server, penyimpanan, aplikasi, dan layanan). Akses dengan Komputasi Awan dapat dengan cepat tersedia dan dirilis dengan upaya manajemen dan interaksi penyedia layanan yang minimum.
Dalam system Komputasi Awan terdapat tiga jenis service model. Tiga service model tersebut terdiri atas : Infrastructure as a Service (IaaS), Platform as a Service (PaaS), dan Software as a Service (SaaS). Tiga model ini membedakan antara layanan Komputasi Awan dengan Teknologi Informasi Tradisional. Perbedaan tersebut dapat dijelaskan secara sederhana pada gambar berikut ini.

Sumber : https://dachou.github.io/2018/09/28/cloud-service-models.html
Gambar di atas menunjukkan perbedaan antara model layanan dari Komputasi Awan dengan IT Tradisional. Pada model IaaS, konsumen hanya perlu melakukan manajemen terhadap aplikasi, data, runtime, dan middleware. Kemudian, pada model PaaS konsumen hanya perlu melakukan manajemen terhadap aplikasi dan data. Sedangkan model SaaS, manajemen secara keseluruhan dilakukan oleh vendor.
Di Indonesia sendiri, teknologi Komputasi Awan sudah banyak diimplementasikan oleh perusahaan-perusahaan sebagai solusi untuk mempermudah keperluan manajemen bisnis. Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang Komputasi Awan di Indonesia adalah Biznet GIO Nusantara (BGN).
Biznet GIO Nusantara merupakan hasil joint venture antara raksasa telekomunikasi Indonesia, Biznet Networks dan IIJ, pada tahun 2014. Hasil joint venture ini memperkenalkan cloud service yang dapat menjadi solusi bagi bisnis-bisnis di Indonesia dalam merancang dan membangun sebanyak mungkin proyek di lingkungan cloud yang berkinerja tinggi, aman, dan andal, yakni Biznet GioCloud.
Biznet GioCloud sendiri merupakan cloud service yang dengan model Infrastructure as a Service (IaaS). Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jenis service model IaaS membantu konsumen dalam mengelola atau mengontrol infrastruktur cloud yang mendasar, sehingga konsumen hanya perlu melakukan kontrol atas sistem operasi, penyimpanan, dan aplikasi yang digunakan. Sebagai cloud provider,Biznet GioCloud akan memastikan layanan bisnis konsumen selalu aktif dan berjalan dengan baik.
Biznet GioCloud beroperasi di atas Tier-3 data center, di mana seluruh arsitektur cloud dirancang untuk menghadirkan infrastruktur yang stabil, aman, dan andal. Sistem bisnis konsumen akan terintegrasi dengan fasilitas network dan didukung oleh koneksi yang luas dalam memenuhi kebutuhan multi-cloud. Lokasi data center BGN sendiri berada di Indonesia dan memiliki ketersediaan yang tinggi (High Availability) dengan fitur Multiple Regions dan Availability Zone yang siap digunakan. BGN juga menghadirkan integrasi server on-premise dengan skema hybrid cloud ataupun menghubungkan layanan hyperscaler cloud yang dikelola dengan profesional.
Dengan demikian, Biznet GioCloud dapat menjadi solusi bagi bisnis-bisnis dalam memenuhi kebutuhan pasar di era digital ini, khususnya untuk bisnis industri finansial, manufaktur & logistik, medis & kesehatan, layanan retail, media & platform berita, pendidikan, dsb.
Jika Anda tertarik atau ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang layanan dan produk cloud Biznet GIO serta solusi dan keunggulan IIJ Global Solutions Indonesia lainnya. Silakan hubungi kami dan berkonsultasi dengan kami, kami siap membantu dan melayani Anda dengan sepenuh hati.

