Mau bisnis makin lancar dan bisa remote work? Ayo, beralih dari IT Solutions VPN ke Zero Trust! Percayakan kebutuhan IT security bisnis Anda pada Safous!
Zero Trust merupakan model keamanan siber yang menerapkan prinsip least privilege berbasis verifikasi identitas secara ketat. Sistem IT security ini memastikan yang dapat mengakses aplikasi maupun data hanyalah pengguna dan perangkat yang telah terautentikasi. Konsep ini memberikan perlindungan penuh pada perangkat, aplikasi, dan pengguna dari serangan kejahatan siber yang kian meningkat.
Model keamanan siber ini secara tidak langsung dapat meminimalisasi terjadinya penyalahgunaan jaringan yang mungkin dilakukan oleh segelintir orang tak bertanggung jawab. Zero Trust juga dapat membantu menurunkan risiko pelanggaran keamanan yang menyebabkan kebocoran data dan kerusakan sistem. Pendekatan keamanan yang diterapkan Zero Trust dinilai lebih efektif dari IT solutions VPN dan bisa digunakan untuk remote work jangka panjang.
Catat! Ini Sederet Alasan Anda Harus Mengganti VPN Dengan Zero Trust
Virtual Private Network (VPN) merupakan teknologi yang mampu menutupi alamat IP dari jaringan publik sehingga jejak online hampir tak terlacak. VPN memungkinkan Anda membuka situs yang hanya dapat diakses di negara tertentu dan menghubungkan pengguna ke jaringan publik yang bersifat private. Hanya pengguna yang mempunyai akses ke VPN yang bisa mendapatkan visibilitas atau menjangkau aset di jaringan.
VPN memungkinkan perusahaan mengelola akses sumber daya dan aset dengan membatasi pengguna yang bisa terhubung. Perusahaan juga sering menggunakan VPN untuk menghubungkan karyawan secara remote dengan lokasi bisnis yang tidak terhubung jaringan utama perusahaan. Lantaran dianggap mampu melindungi data sensitif dan jejak riwayat penggunaan, banyak perusahaan di seluruh dunia yang memanfaatkan IT solutions VPN.
Kendati demikian, kehadiran Zero Trust mampu menggeser VPN. Zero Trust menggunakan pendekatan berlapis yang komprehensif untuk keamanan jaringan di lingkungan kerja jarak jauh. Agar lebih paham, berikut alasan mengapa Anda harus mengganti VPN dengan Zero Trust.
VPN Tidak Aman
Keamanan jaringan berbasis perimeter merupakan solusi IT security terbaik di masa lalu. Kala itu, konektivitas global masih langka, pekerjaan juga hanya dilakukan di kantor, dan penyerang siber belum secanggih saat ini.
Lantaran VPN tidak memberikan perlindungan jaringan granular, siapa pun yang berada dalam perimeter bisa mengakses data, aset, maupun sistem. Meskipun lebih aman daripada jaringan publik, VPN rentan mengalami serangan siber. Ketika VPN mengarahkan Anda ke dalam sistem dan di waktu bersamaan peretas berhasil memperoleh akses ke VPN, besar kemungkinan Anda akan kehilangan data penting.
Kinerja VPN Buruk
VPN dinilai memiliki kinerja buruk lantaran pemuatan lambat, sistem sering macet, dan membutuhkan waktu relatif lama untuk terkoneksi.
Penskalaan Sulit
VPN merupakan solusi berbasis alat yang penyebarannya di pusat data dan dikelola oleh pengguna sehingga cakupan skalabilitas terbatas. Anda dapat memperbesar skalabilitas dengan menambah bandwidth, sumber daya, klien VPN, langkah keamanan, dan hal lainnya yang diperlukan. Lantaran sulit, penskalaan menggunakan VPN tidak direkomendasikan untuk bisnis Anda.
Tidak Dibuat Untuk Pemasok dan Mitra
Pemasok dan mitra merupakan sosok penting yang secara tidak langsung mendorong keberhasilan bisnis. Namun, untuk mencapai kesuksesan tersebut dibutuhkan konektivitas serta akses jaringan yang kuat dan aman. Umumnya, perusahaan sering meminta pemasok dan mitra menggunakan VPN.
Bagi perusahaan, kemampuan VPN dalam membatasi penambahan pihak luar ke jaringan merupakan sebuah keuntungan. Lain halnya bagi pemasok dan mitra yang menganggap hal tersebut justru merugikan. Ketika terjadi kebocoran data atau penghapusan data sepihak, pihak yang paling dirugikan adalah pemasok dan mitra. Sebagai solusi terbaik yang menguntungkan kedua belah pihak, Anda perlu mengganti VPN dengan Zero Trust.
Kurang Cocok Untuk Remote Work
VPN memang dibuat untuk melindungi pertukaran data melalui jaringan WiFi maupun jaringan lain yang dianggap tidak dapat dipercaya. VPN akan membantu Anda tetap bekerja sekalipun tengah berada di kafe, pusat perbelanjaan, atau rumah sakit. Pasalnya, VPN mampu menyamarkan lokasi keberadaan Anda. Namun, seringkali penerapan VPN tidak dirancang untuk memfasilitasi kegiatan remote work yang dikerjakan secara jarak jauh baik jangka pendek maupun panjang. Hal ini mengakibatkan performa sistem VPN yang buruk seperti delay yang tinggi sehingga dapat mengganggu kegiatan berbagi file dan sinkronisasi konten, yang merupakan dua aspek penting dari remote work yang efektif.
Mengapa Perusahaan Wajib Menerapkan Zero Trust?
Pada dasarnya, tanda peralihan dari pekerjaan kantor ke hybrid (kerja jarak jauh) sudah mulai tampak sejak awal 2020. Selama pandemi Covid-19, perusahaan didorong mengadopsi kebijakan hybrid untuk melindungi karyawan dan menjaga kegiatan operasional tetap berjalan. Sejak saat itu, hampir sebagian besar perusahaan mengandalkan VPN untuk menyediakan akses jarak jauh bagi karyawan.
Tak dapat dimungkiri bahwa modern workforce, seperti remote work membuat pekerja bisa bekerja dan mengakses aplikasi di mana saja. Namun, tanpa disadari hal ini justru membuka peluang risiko keamanan jaringan. Tanpa diimbangi sistem IT security, perusahaan berisiko mengalami serangan malware atau ransomware serta pelanggaran data yang menyebabkan raibnya aset digital.
Ironisnya, sebagian besar serangan siber lebih banyak berasal dari dalam lingkup perusahaan itu sendiri. Hal ini dapat terjadi karena minimnya pengetahuan karyawan perusahaan terhadap keamanan data dan hanya mengandalkan VPN. Kesempatan tersebut digunakan oleh peretas untuk mengendalikan dan menyerang sistem milik perusahaan.
Untuk mencegah hal tersebut, banyak perusahaan beralih dari IT solutions VPN ke cloud-native modern, seperti Zero Trust untuk meningkatkan produktivitas pengguna sekaligus mengoptimalkan keamanan granular di lingkungan kerja jarak jauh. Zero Trust merupakan solusi cloud native terbaik karena tidak memerlukan backhauling lalu lintas serta memberikan pengalaman yang luar biasa. Tak hanya perincian, Zero Trust juga memberikan fleksibilitas dengan penerapan kebijakan keamanan adaptif.
Zero Trust menjaga keamanan dengan mewajibkan seluruh pengguna di dalam maupun luar jaringan melakukan autentikasi sebelum diizinkan mengakses data dan aplikasi. Meskipun tampak sedikit rumit, pencegahan ini sangat efektif meminimalisasi peluang kejahatan siber. Zero Trust hadir sebagai model keamanan yang lebih efektif dibandingkan model berbasis perimeter.
Selain lebih modern, Zero Trust Security juga dinilai lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan IT yang makin hari makin kompleks. Zero Trust juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan pekerja modern dengan mendukung keamanan jarak jauh serta melindungi perangkat, aplikasi, pengguna, dan data di mana pun berada. Penerapan Zero Trust dapat meningkatkan efektivitas kegiatan operasional perusahaan.
Perbedaan Zero Trust Dengan IT Solutions VPN
Perbedaan utama IT Solutions VPN dengan Zero Trust terletak pada keamanan akses dan kelancaran bisnis. VPN lebih rentan terhadap serangan siber dan pelanggaran data. Meskipun dapat digunakan untuk remote work, VPN tidak mampu memenuhi kebutuhan kompleks bisnis modern. Berbeda dengan Zero Trust yang menawarkan akses cepat dan aman sehingga kehadirannya mampu menggantikan VPN serta melengkapi seluruh kebutuhan bisnis modern.
Agar lebih jelas mengenai perbedaan keduanya, simak tabel berikut ini.
| Fitur | VPN | Zero Trust |
| Kelincahan | Rendah | Tinggi |
| Penggunaan | Terbatas | Multiple |
| Keamanan | Rendah: Berbasis Perimeter | Tinggi: Berbasis Identitas |
| Pengaturan Pengguna Baru | Sulit | Mudah |
| Implementasi | Lama dan Berat | Cepat dan Mudah |
Konsep Keamanan Zero Trust
Konsep Zero Trust berfokus pada keyakinan bahwa semua hal di balik firewall perusahaan tidak aman. Zero Trust akan selalu melakukan verifikasi sebelum memproses permintaan Anda. Sistem keamanan ini menerapkan mikrosegmentasi untuk menekan risiko penyusupan pada jaringan serta menggunakan kecerdasan dan analisis untuk merespons tanda-tanda kejanggalan secara otomatis. Lebih lanjut, model IT security ini juga melakukan otentikasi, otorisasi, dan enkripsi sebelum meloloskan permintaan pengguna dan memberikan izin akses.
Bagaimana Kerangka Kerja Zero Trust?
Kerangka kerja Zero Trust dibuat sedemikian rupa untuk memudahkan pengelolaan keamanan bisnis perusahaan. Kerangka tersebut, antara lain:
Identitas
Sangat penting untuk mengenal pengguna yang membutuhkan akses serta memastikan identitasnya jelas.
Perangkat
Permintaan akses data ke browser maupun aplikasi harus berasal dari perangkat yang telah lolos verifikasi.
Data
Zero Trust melindungi keamanan data dari transfer yang belum terotorisasi dengan memanfaatkan auto-classification dan enkripsi.
Aplikasi
Perilaku dari aplikasi maupun konfigurasi harus dipantau untuk menjaga keamanan data sekaligus mencegah kejanggalan yang patut dicurigai.
Infrastruktur
Pengaturan dan konfigurasi infrastruktur harus berdasarkan langkah terbaik serta mengutamakan keamanan.
Jaringan
Hanya karena perangkat terkoneksi di jaringan internal, bukan berarti dapat dipercaya begitu saja. Sistem secara otomatis melakukan enkripsi komunikasi internal serta membatasi akses sesuai kebijakan. Sistem juga akan menerapkan mikrosegmentasi dan deteksi ancaman secara berkala untuk menjamin keamanan data.
Keunggulan Zero Trust
Berdasarkan asumsi bahwa kepercayaan tidak pernah tersirat, kerangka kerja Zero Trust tidak memiliki pengguna, perangkat, dan jaringan yang masuk ke kategori dapat dipercaya secara otomatis. Konsep Zero Trust bergantung pada tiga prinsip utama, yakni asumsikan pelanggaran, verifikasi secara eksplisit, dan akses terkecil. Berbekal hal tersebut, Zero Trus dipercaya mampu mengoptimalkan kinerja perusahaan, mengamankan aset dan data penting, serta meningkatkan laba perusahaan. Adapun keunggulan Zero Trust, antara lain:
Menurunkan Risiko Bisnis
Mengingat Zero Trust “tidak mempercayai siapa pun”, hal ini dapat mencegah terjadinya serangan siber yang menyebabkan kerugian. Berbekal keamanan berlapis, data, aset, dan sistem hanya dapat diakses oleh pengguna yang telah terautentikasi. Tak hanya itu saja, Zero Trust juga memungkinkan pekerja melakukan remote work tanpa cemas koneksi jaringan menjadi berat, lambat, dan terganggu.
Mendapatkan Kontrol Akses Cloud
Zero Trust memungkinkan Anda memindahkan seluruh aplikasi dan data ke Cloud dengan kontrol penuh.
Mengurangi Risiko Pelanggaran Data
Pendekatan keamanan Zero Trust lebih ketat dari VPN. Zero Trust menyediakan akses adaptif berdasarkan penilaian identitas, waktu, dan perangkat. Setelah lolos proses verifikasi, Anda bisa mengakses data yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Meskipun cukup menghabiskan waktu, proses verifikasi identitas mampu meminimalisasi risiko pelanggaran data, serangan siber, dan kerentanan jaringan.
Melindungi Seluruh Koneksi
Zero Trust melindungi seluruh koneksi jaringan. Dari mana asal jaringan yang digunakan pengguna tidaklah penting. Hal ini memungkinkan pengguna terhubung ke kantor melalui jarngan internet publik maupun jaringan yang tidak dipercaya tanpa mencemaskan ancaman kejahatan siber.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Zero Trust merupakan solusi ideal bagi perusahaan yang menerapkan remote work. Zero Trust menawarkan keamanan yang lebih baik dari IT solutions VPN. Kehadiran Zero Trust mampu mencegah kerugian akibat kejahatan siber.
Kalau Anda tertarik menerapkan Zero Trust, jangan ragu menggunakan layanan IT security yang ditawarkan Safous. Bermitra dengan Cyclo, Safous menyediakan layanan Zero Trust paling canggih. Berbeda dengan penyedia lainnya, Safous memberikan Anda keleluasaan untuk memilih lokasi penyimpanan data sesuai kebutuhan. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Safous sekarang juga!

