Security

Peran Autentikasi Multifaktor Sebagai Komponen dalam Zero Trust Architecture

Metadeskripsi: Apa yang dimaksud dengan autentikasi multifaktor atau MFA? Bagaimana perannya dalam mendukung Zero Trust Architecture? Simak penjelasan berikut ini!

Cakupan keamanan siber terus mengalami tantangan dengan makin banyaknya jenis serangan baru yang muncul. Kebutuhan kerja jarak jauh selama pandemi membuat banyak perusahaan mulai mempertimbangkan teknologi terbaru untuk menjamin keamanan saat menggunakan jaringan.

Bagi perusahaan yang mengandalkan teknologi cloud, metode keamanan tradisional mulai ditinggalkan. Pendekatan yang lebih baru yakni Zero TrustSecurityhadir untuk menjadi solusi. Karena Zero Trust dibangun dengan konsep tidak ada kepercayaan tanpa verifikasi, dibutuhkan komponen yang kuat untuk mendukungnya. Autentikasi multifaktor atau multi-factor authentication (MFA) adalah jawabannya.

Apa yang Dimaksud dengan Autentikasi Multifaktor?

Autentikasi multifaktor adalah metode keamanan dalam IT securityyang membutuhkan lebih dari satu metode verifikasi. Tujuan dari MFA adalah untuk mengautentikasi identitas pengguna dan memastikan integritas semua transaksi digital mereka.

Alih-alih hanya menggunakan username (ID login) dan kata sandi yang bisa dengan mudah dilupakan atau dicuri, pengguna harus menyediakan beberapa jenis informasi tambahan untuk bisa mengakses data atau menggunakan aplikasi dengan aman. Beberapa jenis faktor lain yang bisa memperkuat kata sandi tersebut antara lain adalah:

  • Sesuatu yang Anda ketahui (disebut sebagai faktor pengetahuan)
  • Sesuatu yang Anda miliki (disebut sebagai faktor kepemilikan)
  • Anda sendiri (disebut sebagai faktor inheren).

MFA bekerja dengan cara mengharuskan Anda sebagai pengguna untuk memberikan informasi tambahan yang benar (yang setidaknya terdiri atas dua faktor) sebelum bisa mengakses sistem atau informasi terkait yang dibutuhkan.

Faktor Pengetahuan: Pertanyaan dan Jawaban Pribadi

Faktor pengetahuan mengharuskan pengguna untuk menjawab pertanyaan keamanan pribadi dengan benar ketika mencoba akses suatu sistem atau informasi. Pertanyaan ini bisa berupa nama kota kelahiran, nama gadis ibu kandung, atau nama hewan peliharaan.

Faktor Kepemilikan: Password/Kata Sandi

Untuk memenuhi syarat faktor kepemilikan, pengguna harus memberikan informasi yang mereka miliki dengan benar. Informasi ini bisa berupa password, token, OTP (One Time Password) dan PIN. OTP merupakan salah satu metode autentikasi yang banyak digunakan karena sifatnya yang bisa kedaluwarsa (hanya bisa dipakai dalam 30 menit sampai 24 jam setelah diterima oleh pengguna).

Faktor Inheren: Sesuatu yang Anda Punya

Faktor bawaan biasanya termasuk metode verifikasi biometrik, misalnya dengan sidik jari. Akses dengan sidik jari yang melekat hanya pada pengguna bisa meminimalisasi akses tidak sah ke akun atau aplikasi terkait.

Autentikasi Multifaktor dalam Zero Trust Architecture

Seperti yang sudah disebutkan di awal, pendekatan Zero Trust tidak akan mengizinkan siapa pun yang berada baik di dalam maupun di luar jaringan untuk mengakses data/aplikasi kecuali mereka memverifikasi identitasnya. Zero Trust menggunakan arsitektur keamanan berlapis untuk mencegah penyalahgunaan data dan informasi.

Ketika Anda menggunakan autentikasi multifaktor dengan Zero trust, siapa pun yang mencoba mengakses aplikasi atau data perusahaan harus memberikan respons yang benar terhadap dua faktor atau lebih seperti yang sudah disebutkan di atas. Jika pengguna gagal memenuhi respons tersebut, maka secara otomatis, akses akan ditolak. Ini dapat meminimalisir penggunaan data dan akses yang tidak sah.

Multi-factor Authentication merupakan elemen penting dalam teknologi Zero Trust. Aplikasi populer seperti Twitter, Facebook dan beragam media sosial lainnya sudah menggunakannya untuk keamanan para pengguna. Selain dengan menyediakan faktor autentikasi, pengguna juga harus melakukan verifikasi elemen lain seperti memberikan OTP, verifikasi perangkat, menjawab pertanyaan pribadi dengan benar, atau faktor autentikasi lain yang diatur.

Autentikasi multifaktor menciptakan beberapa lapisan keamanan untuk melindungi data. Tidak hanya untuk keperluan media sosial, perusahaan juga perlu memanfaatkannya untuk melindungi data yang disimpan dalam cloud. Pendekatan Zero Trust dengan MFA merupakan kunci penting dalam perlindungan jaringan untuk mencegah penyalahgunaan data.

Safous sebagai platform ZTNA tercanggih siap membantu menghubungkan pengguna dengan lingkungan kerja secara aman dan mudah. Lewat penerapan MFA, Zero Trust Architecture dan IT solutions VPN, ciptakan jaringan yang lebih aman untuk perusahaan Anda sekarang juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *