Metadeskripsi: Apa yang dimaksud dengan regular vulnerability assessment? Mengapa hal ini penting bagi keamanan jaringan Anda?
Regular vulnerability assessment atau penilaian kerentanan rutin merupakan tinjauan sistematis untuk mengetahui kelemahan keamanan dalam IT security. Vulnerability assessment dilakukan dengan cara mengevaluasi apakah sebuah sistem rentan terhadap risiko yang diketahui, menetapkan tingkat keparahan risiko serta merekomendasikan tindakan remediasi atau mitigasi kapan pun dibutuhkan.
Untuk memahami lebih jauh tentang regular vulnerability assessment, jenis, contoh serta manfaatnya, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Pengertian Regular Vulnerability Assessment
Sumber : Cyborgenic
Penilaian kerentanan reguler/rutin merupakan proses mendefinisikan, mengidentifikasi, mengelompokkan serta memprioritaskan kerentanan atau risiko yang ada dalam sebuah infrastruktur jaringan, sistem komputer maupun aplikasi. Penilaian ini akan memberikan wawasan kepada perusahaan atau organisasi terkait tentang kesadaran dan latar belakang risiko serta bagaimana bereaksi terhadap ancaman yang ada.
Proses penilaian kerentanan bertujuan untuk mengidentifikasi ancaman dan risiko yang ditimbulkannya. Penilaian ini umumnya melibatkan penggunaan alat pengujian otomatis seperti pemindai keamanan jaringan. Selanjutnya, hasil dari evaluasi akan tercantum pada laporan penilaian kerentanan. Beberapa contoh ancaman yang bisa dicegah lewat regular vulnerability assessment antara lain adalah:
- Default tidak aman. Software yang diajalankan dengan pengaturan yang tidak aman, termasuk kata sandi admin yang terlalu mudah ditebak
- Injeksi SQL, XXS dan serangan injeksi kode lainnya
- Peningkatan hak istimewa disebabkan oleh mekanisme autentikasi yang tidak benar.
Jenis-jenis Regular Vulnerability Assessment
Sumber : Imperva
Ada berbagai jenis vulnerability assessment yang biasa dilakukan. Beberapa di antaranya adalah:
- Host Assessment. Penilaian server kritis yang mungkin rentan terhadap serangan apabila tidak diuji dengan baik
- Penilaian jaringan dan wireless. Penlaian kebijakan dan praktik bisa membantu mencegah akses yang tidak sah ke dalam jaringan publik maupun pribadi
- Penilaian database. Penilaian database atau sistem big data dilakukan untuk melihat adanya kerentanan dan kesalahan konfigurasi serta mengidentifikasi database jahat atau lingkungan pengembangan/pengujian yang tidak aman serta mengelompokkan data sensitive yang berada dalam infrakstruktur perusahaan
- Pemindaian/scanning aplikasi. Mengidentifikasi kerentanan keamanan dalam aplikasi web dan kode sumbernya bisa dilakukan dengan scanning otomatis pada front-end atau dengan menganalisis kode sumber statis/dinamis.
Vulnerability Assessment: Proses Security Scanning
Sumber : Wallarm
Proses security scanning dalam vulnerability assessment dilakukan dalam 4 langkah yakni pengujian, analisis, penilaian dan perbaikan.
- Pengujian. Tujuan dari langkah ini adalah membuat daftar lengkap mengenai kerentanan yang ada. Pengujian bisa dilakukan secara manual maupun dengan alat uji otomatis
- Analisis Kerentanan. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi akar penyebab dan sumber kerentanan yang sudah berhasil ditemukan pada langkah pertama
- Penilaian Risiko. Proses penilaian risiko berguna untuk membuat skala prioritas kerentanan yang ada. Penilaian didasarkan pada beberapa faktor mulai dari bagian sistem mana yang terpengaruh, data apa yang paling rentan, fungsi bisnis mana yang paling berisiko, tingkat kemudahan penyerangan, tingkat keparahan serangan hingga potensi kerusakan yang ditimbulkan
- Perbaikan. Perbaikan atau remediasi bertujuan untuk menutup celah yang berpotensi menimbulkan masalah. Remediasi biasanya dilakukan bersama-sama oleh staf keamanan dan tim development and operations. Bersama-sama, semua anggota akan menentukan cara paling efektif untuk memitigasi setiap kerentanan yang ada.
Mengapa Regular Vulnerability Assessment Itu Penting?
Sumber : Indusface
Vulnerability assessment yang dilakukan secara rutin akan membantu perusahaan atau organisasi untuk mengetahui secara rinci mengenai kelemahan apapun yang ada di dalam jaringannya. Ini juga bisa memberi arahan mengenai bagaimana menilai risiko terkait dengan kelemahan tersebut.
Proses ini akan memberikan wawasan yang lebih baik bagi perusahaan tentang kelemahan IT security mereka, aset serta risiko keseluruhan. Pada akhirnya, ini akan mengurangi kemungkinan serangan peretas dari dunia maya yang mengakses sistem secara tidak sah dan menimbulkan kerugian.Bagi sebuah bisnis, keamanan jaringan merupakan sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan. Safous bermitra dengan Cyolo siap menawarkan perlindungan keamanan lebih dari sekadar IT solutions VPN untuk perusahaan Anda. Hubungi kami sekarang juga untuk informasi lebih lanjut!

