SafousSecurity

Tantangan Cloud, Begini Risiko Shadow IT Bagi Perusahaan

Meta desc: Apa saja risiko shadow IT bagi perusahaan? Yuk, cari tahu informasinya di sini dan gunakan layanan IT Security profesional terbaik harga bersahabat dari Safous!

Layanan Cloud sangat diminati karena memudahkan siapa pun memulai bisnis dengan cepat dan murah. Namun, makin meningkatnya jumlah perusahaan yang menggunakannya, makin tinggi juga kasus keamanan akibat shadow IT. Meskipun tidak semua layanan memicu risiko tersebut, perusahaan harus menerapkan kebijakan untuk menyelamatkan informasi penting dan bisnisnya. Kesalahan pengaturan bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, ada baiknya untuk mengetahui lebih lanjut mengenai risiko dan cara mengatasi shadow IT.  

Pengertian dan Penyebab Munculnya Shadow IT

Sumber : Pxosys

Shadow IT adalah perangkat lunak yang digunakan oleh karyawan perusahaan tanpa berkonsultasi lebih dulu atau mendapatkan persetujuan tim dari Departemen IT. Shadow IT mengacu pada sistem teknologi informasi, program, atau proyek yang dikelola di luar departemen IT. Sebenarnya, sejumlah penyebab Shadow IT tergolong sepele. Contohnya, seorang karyawan dari Departemen Keuangan menggunakan akun email Cloud perusahaan untuk mengirim informasi ke perusahaan C. Namun, tanpa diduga karyawan tersebut justru salah mengirim email. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya Shadow IT. 

Selain hal tersebut, Infrastructure as a Service (IaaS) yang tidak diakses dengan benar atau diakses dari jaringan luar dan mengunggah informasi rahasia ke penyimpanan Cloud dengan pengaturan publik juga menjadi penyebab Shadow IT. Agar lebih jelas, simak sejumlah penyebab Shadow IT berikut ini.

Berbagi Dokumen

Karyawan B menemukan aplikasi untuk berbagi file yang dianggap lebih cepat dan praktis dibandingkan aplikasi resmi perusahaan. Lambat laun, karyawan lain mengikuti apa yang dilakukan oleh karyawan B. Meskipun kegiatan berbagi dokumen umum dilakukan, tanpa disadari hal ini justru membuka celah kebocoran data dan serangan malware. Selain itu, penggunaan aplikasi tidak terkontrol ini juga bisa memicu terjadinya Shadow IT.  

Penggunaan Perangkat Pribadi

Selama pandemi berlangsung, perusahaan menerapkan kebijakan remote work. Untuk menunjang aktivitas tersebut, perusahaan memperbolehkan karyawan menggunakan perangkat pribadi. Pada dasarnya, penggunaan aplikasi dapat membantu karyawan mengerjakan tugasnya dengan baik. Namun, akan menjadi masalah apabila penggunaan aplikasi di luar yang telah diizinkan oleh perusahaan menjadi tidak terkontrol. Hal ini menyebabkan peningkatan risiko IT Security berupa kebocoran informasi maupun serangan malware. 

Integrasi Perangkat Lunak

Sejumlah divisi IT biasanya memiliki integrasi sistem yang berbeda. Pelanggaran dapat terjadi akibat perizinan integrasi perangkat lunak yang berlebihan. Hal ini memicu risiko keamanan, terutama jika pengguna mengabaikan atau tidak mengetahui cara melakukan pembaruan perangkat. Ketika sistem IT melakukan pembaruan, aplikasi tak dikenal akan menjadi fokus utama para penyerang di dunia maya.  

Begini Risiko Shadow IT

Selama beberapa tahun terakhir, shadow IT dipandang sebagai risiko keamanan serta pelanggaran kepatuhan. Meskipun cukup efektif meningkatkan produktivitas karyawan serta mendorong inovasi, tingginya penggunaan aplikasi yang tidak berizin mendorong munculnya Shadow IT. 

  • Keamanan Siber – ketika Anda menggunakan aplikasi tak berizin, tim IT tidak bertanggung jawab apabila data pekerjaan Anda hilang. Penggunaan aplikasi tak berizin juga dapat mengancam keamanan siber karena secara tidak langsung Anda membuka pintu bagi hacker maupun malware.
  • Kerugian – bocornya data menyebabkan perusahaan mengalami kerugian besar. Tak hanya kerugian materi, perusahaan juga berisiko kehilangan kepercayaan investor dan klien. 
  • Biaya Tambahan – ketika penggunaan aplikasi Cloud pihak ketiga makin meningkat, hal ini memicu pengeluaran tak terduga, seperti biaya lisensi, laptop tambahan, telepon tambahan, atau biaya lain yang tidak sesuai kebijakan perusahaan.

Cara Mengatasi Shadow TI

Sumber : Tiger Sheet

Untuk mengatasi Shadow IT, perusahaan harus memahami skala potensi serangan dan ancaman. Tim IT dapat mengurangi risiko tersebut dengan mempertimbangkan sejumlah hal berikut ini:

  • Merancang kebijakan komprehensif yang berfokus untuk menangani Shadow IT, seperti membuat daftar perangkat lunak dan keras yang diizinkan maupun tidak diizinkan serta proses meminta persetujuan penggunaan aplikasi.
  • Memberikan penyuluhan kepada karyawan mengenai potensi dan dampak Shadow IT serta mendorong transparansi dengan memulai dialog dua arah.
  • Menyesuaikan kebijakan berdasarkan umpan balik dari karyawan mengenai alat yang berfungsi dan tidak berfungsi. Lakukan peninjauan kembali mengenai kebijakan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan di lingkungan kerja. 
  • Gunakan alat pemantauan khusus untuk melacak penggunaan Shadow IT dan aktivitas berisiko lainnya. Ambil tindakan tegas sesuai tingkat pelanggaran.

Demikianlah informasi mengenai sejumlah risiko Shadow IT bagi perusahaan. Untuk memperkuat keamanan jaringan dan bisnis Anda, gunakan layanan dari Safous. Safous menyediakan layanan terbaik untuk berbagai kebutuhan. Menjalin kemitraan dengan Cyclo, Safous hadir untuk memberikan kemudahan dan keleluasaan bagi Anda. Pilih layanan paling tepat, sesuai bujet dan kebutuhan. Apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai Cloud Security, IT solutions VPN, dan Zero Trust, kunjungi Safous sekarang juga!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *