Mencari solusi keamanan IT yang terjamin? Anda bisa memilih zero trust atau VPN. Keduanya punya plus minus tersendiri. Kalau bingung, simak pembahasannya berikut, yuk!
Keamanan jaringan komputer saat ini menjadi kebutuhan dalam dunia bisnis. Keberadaannya memungkinkan perusahaan dapat menyediakan layanan secara aman dan nyaman. Kebutuhan terhadap sistem IT security yang andal mengalami peningkatan seiring dengan menjamurnya budaya remote work.
Berkaitan dengan kebutuhan tersebut, perusahaan mempunyai banyak pertimbangan. Untuk pilihan sistem keamanan yang konvensional, Anda dapat memanfaatkan IT solution VPN atau virtual private network. Selain itu, ada pula solusi keamanan terbaru yang dikenal sebagai sistem keamanan zero trust.
Ketika berhadapan pada dua pilihan solusi keamanan IT tersebut, Anda pilih yang mana? Sebelum menentukan pilihan, Anda perlu membekali diri dengan pengetahuan secara menyeluruh kedua sistem tersebut. Dengan begitu, Anda dapat melakukan pertimbangan secara bijak dan memperoleh manfaat sesuai kebutuhan.
Apa Itu VPN
IT solution VPN merupakan layanan yang kerap digunakan para pelaku bisnis untuk memperoleh akses internet secara aman dan private. VPN memungkinkan Anda memperoleh koneksi yang aman dan private karena menggunakan akses melalui server.
Jadi, ketika Anda mengakses sebuah website menggunakan VPN, ada pihak ketiga yang terlibat dalam proses tersebut. Pihak ketiga itu biasa dikenal sebagai server VPN. Selanjutnya, Anda mengakses internet menggunakan koneksi yang bersumber dari server VPN.
Akses internet yang aman dan private dari VPN bisa pula Anda dapatkan karena sistem kerjanya yang menggunakan enkripsi. Proses enkripsi tersebut berguna untuk menyembunyikan proses pertukaran data yang berlangsung selama perangkat terhubung ke VPN.
Kelebihan dan Kekurangan VPN dalam Aspek Keamanan Cyber
VPN adalah solusi IT security yang sangat populer. Meski begitu, VPN bukanlah sistem keamanan yang sempurna. Dalam penggunaannya, Anda perlu mempertimbangkan kelebihan serta kekurangannya.
Kelebihan VPN
Berkaitan dengan pemanfaatan VPN, ada beberapa poin yang menjadi kelebihan dari sistem keamanan IT ini, yaitu:
- Enkripsi Data
Keunggulan pertama dari pemanfaatan VPN adalah keamanan data. Proses pertukaran data yang berlangsung selama penggunaan layanan VPN akan menjalani proses enkripsi. Enkripsi membuat informasi yang tersimpan di dalam data diubah menjadi kode rahasia. Kalaupun terjadi tindak peretasan, data yang terenkripsi tetap aman dan informasi di dalamnya tidak bisa dilihat.
- Keamanan Data Pribadi
Kelebihan selanjutnya adalah keamanan data pribadi. VPN akan menyembunyikan IP address dari setiap perangkat yang terhubung di dalamnya. Tindakan ini memberi manfaat dalam menyembunyikan setiap aktivitas di dunia online. Dengan begitu, para hacker, penjahat cyber, dan lain sebagainya tidak akan mempunyai kemampuan untuk melacak aktivitas Anda.
- Koneksi Bypass
Pemanfaatan VPN memberi kelebihan dalam mengakses dunia internet secara bebas. Koneksi internet Anda tidak akan lagi terbatasi pemblokiran yang sifatnya berbasis lokasi. Contohnya, dengan menggunakan layanan VPN, Anda dapat membuka akses website yang diblokir oleh internet service provider (ISP).
- Remote Work secara Aman
Layanan VPN dapat Anda manfaatkan untuk menunjang budaya kerja secara remote. VPN memungkinkan koneksi aman bagi para karyawan yang menggunakan akses internet dari mana saja, termasuk dari jaringan WiFi publik.
- Kemudahan Kolaborasi
VPN memberi kemudahan bagi para user untuk berbagi akses data dengan aman. Fitur ini menawarkan keuntungan berupa kolaborasi beberapa karyawan. Dengan begitu, kinerja serta kerja sama karyawan tidak akan terganggu meski perusahaan menerapkan sistem remote work.
Kekurangan VPN
Meski begitu, ada beberapa kekurangan VPN yang perlu menjadi perhatian serius. Kekurangan IT solution VPN tersebut di antaranya adalah:
- Rawan Peretasan
VPN mengamankan koneksi menggunakan semacam tunnel sebagai akses lalu lintas data. Keberadaannya memang menawarkan keamanan data. Hanya saja, keamanan tersebut tidak bersifat absolut. Jadi, tetap saja ada risiko peretasan oleh hacker ataupun penjahat dunia cyber.
Hal ini berkaitan erat dengan kualitas layanan VPN yang Anda gunakan. VPN gratis mempunyai kecenderungan sistem keamanan buruk. Sementara itu, IT solution VPN berkualitas memerlukan biaya penggunaan layanan yang mahal.
- Penurunan Performa
Penggunaan VPN kerap memunculkan permasalahan terkait latency karena harus melakukan proses tambahan seperti enkripsi serta menyalurkan data ke server VPN. Akibatnya, koneksi internet bisa menjadi lebih lambat dan bahkan berisiko downtime.
- Fleksibilitas Pemakaian
Dalam praktiknya, tidak semua bisnis bisa memanfaatkan layanan VPN dengan baik. Alasan utamanya adalah karena VPN bekerja dengan mengandalkan kemampuan data processing secara lokal. Oleh karenanya, Anda perlu menyiapkan perangkat dengan performa yang bagus. Sementara itu, perangkat seperti chromebook atau tablet, kurang ideal digunakan pada ekosistem VPN.
- Teknologi Zaman Dahulu
VPN merupakan teknologi yang sudah cukup lama berkembang. Cikal bakal keberadaan VPN telah ada sejak tahun 1996. Artinya, teknologi ini sudah eksis lebih dari 20 tahun. Alhasil, problem kompatibilitas serta viabilitas bakal Anda hadapi ketika berupaya terus menggunakan VPN.
Pengertian Zero Trust
Dibandingkan dengan VPN, zero trust menggunakan teknologi yang lebih canggih. Bahkan, banyak pula yang menyebut zero trust sebagai VPN generasi kedua. Teknologi ini diperkenalkan oleh analis pada ajang Forrester Research 2010. Setelah itu, perusahaan terkemuka dunia seperti Cisco dan Google mengadopsi teknologi keamanan IT ini.
Lalu, apa yang dimaksud dengan zero trust? Sesuai dengan namanya, zero trust merupakan arsitektur jaringan komputer yang bekerja dengan prinsip tidak menaruh kepercayaan kepada siapa saja. Arsitektur IT security ini bekerja dengan asumsi bahwa jaringan telah mengalami peretasan sehingga berlaku pengawasan dan verifikasi secara ketat.
Pengawasan serta verifikasi yang berlangsung di dalam jaringan dengan sistem keamanan zero trust berlaku untuk setiap entitas. Tidak hanya mereka yang berupaya mengakses jaringan dari eksternal, tetapi hal ini juga berlaku bagi user yang notabene menjalankan aktivitasnya dari dalam jaringan.
Kelebihan dan Kekurangan Zero Trust sebagai Sarana Keamanan Cyber
Sebagai bagian dari produk kemajuan teknologi, zero trust mempunyai kelebihan serta kekurangan yang perlu Anda ketahui.
Kelebihan Zero Trust
Beberapa kelebihan zero trust yang membuat banyak perusahaan menggunakan sistem keamanan IT ini di antaranya adalah:
- Segmentasi Data
Remote work menggunakan sistem keamanan IT berbasis zero trust akan memperoleh keuntungan pertama berupa segmentasi data. Perusahaan dapat melakukan klasifikasi data berdasarkan tipe, sensitivitas, tingkat penggunaan, dan lain sebagainya.
Segmentasi data tersebut disertai dengan pemberian akses secara terbatas. Dengan begitu, karyawan tidak mempunyai akses terhadap keseluruhan data. Mereka hanya bisa mengakses data yang dibutuhkan dan dipakai untuk pengerjaan tugas sehari-hari.
- Keamanan Data Tingkat Tinggi
Keamanan data dalam jaringan dengan sistem zero trust sangat terjamin. Jaminan keamanan data tersebut berlaku tidak hanya saat penyimpanan, tetapi juga berkaitan dengan transportasi data. Apalagi, zero trust mempunyai fitur enkripsi serta backup data secara otomatis.
- Pembatasan Akses yang Ketat
Saat menggunakan sistem IT security lain, keamanan data sangat berisiko ketika telah terjadi peretasan. Hacker atau cyber criminal dapat mengakses keseluruhan data yang ada di dalam jaringan. Namun, situasinya bakal berbeda ketika Anda menggunakan sistem keamanan berbasis zero trust.
Zero trust berjalan dengan sistem pengawasan dan verifikasi rutin. Oleh karena itu, sistem akan secara otomatis melakukan me-reset hak akses dari setiap user dan device pada durasi waktu tertentu. Selanjutnya, user perlu melakukan verifikasi ulang untuk mendapatkan hak aksesnya.
Pembatasan akses yang ketat juga terjadi berkat sistem penyimpanan data dengan segmentasi. User dari divisi tertentu hanya mempunyai hak akses data yang berkaitan dengan tanggung jawab bagiannya. Sementara itu, data dari divisi lain mempunyai hak akses yang berbeda.
- Sistem Pengawasan yang Canggih
Karena bekerja dengan asumsi jaringan mengalami peretasan, tidak heran kalau zero trust memberlakukan pengawasan dan verifikasi secara rutin. Pengawasan dan verifikasi itu tidak hanya berlaku pada akun user, tetapi juga untuk penggunaan setiap device.
Tidak hanya itu, zero trust menggunakan sistem multi-factor authentication (MFA) yang membuat sistem keamanan kian berlapis. Berkat sistem MFA, autentikasi user tidak hanya menggunakan password, tetapi memakai data tambahan seperti biometri, kode unik, dan lain sebagainya.
- Fleksibilitas
Keuntungan yang tidak kalah penting adalah fleksibilitas saat melakukan pemindahan layanan, aplikasi, serta data. Kebijakan pemindahan ini berkaitan erat dengan upaya pengembangan bisnis sebuah perusahaan.
Dalam sistem IT security konvensional, proses pemindahan data, aplikasi, serta layanan dari data center privat ke ekosistem cloud sangatlah kompleks. Perusahaan perlu mengatur ulang kebijakan terkait keamanan IT di tempat yang baru.
Pengaturan ulang konfigurasi keamanan IT saat melakukan pemindahan sangat rentan. Bukan hanya memakan banyak waktu. Di waktu yang sama, tak menutup kemungkinan adanya kesalahan pengaturan yang memunculkan celah keamanan.
Situasinya akan jauh berbeda ketika Anda menggunakan skema IT security berbasis zero trust. Sistem keamanan ini akan membantu proses pemindahan data, aplikasi, atau layanan secara lebih praktis. Alasannya, karena konfigurasi terkait kebijakan IT security dikelola secara terpusat dan bisa dilakukan secara otomatis menggunakan tool.
Kekurangan Zero Trust
Selain mempertimbangkan beberapa kelebihan, Anda jangan lupa kalau zero trust memiliki kelemahan yang tak boleh dilupakan, seperti:
- Butuh Biaya dan Waktu
Zero trust merupakan salah satu produk teknologi yang canggih. Oleh karena itu, konfigurasinya bakal memerlukan tenaga yang terampil. Tak menutup kemungkinan, Anda akan beranggapan kalau membangun jaringan baru mulai dari awal akan jauh lebih mudah.
Hal yang tak kalah penting, tidak semua perangkat bakal cocok ketika digunakan pada skema zero trust. Apalagi, kalau Anda menggunakan perangkat yang berusia sangat tua. Mau tidak mau Anda perlu mengeluarkan biaya besar untuk penggantiannya.
- Manajemen Aplikasi yang Kian Kompleks
Penggunaan zero trust bakal memberikan tugas ekstra keras dalam upaya manajemen aplikasi. Anda akan menjumpai ada banyak jenis aplikasi yang meminta akses ke jaringan. Anda perlu melakukan pengelolaan terhadap semua jenis aplikasi tersebut.
- Kontrol Akses Berskala Luas
Terakhir, kontrol akses yang perlu Anda jalankan bakal melibatkan perangkat dalam jumlah banyak. Apalagi, setiap user bisa menggunakan beberapa perangkat sekaligus. Belum lagi, ada perangkat yang digunakan oleh konsumen, klien, serta supplier pihak ketiga yang memerlukan resource perusahaan. Oleh karena itu, Anda perlu menyiapkan entry point yang banyak dan mengatur regulasi yang berbeda untuk setiap kategori user.
Sampai di sini, Anda bisa memahami perbedaan kontras antara IT solution VPN dengan zero trust, kan? Keberadaan zero trust menawarkan fitur serta tingkat keamanan yang lebih baik. Dengan begitu, Anda pun bisa menjalankan bisnis dengan tenang dan nyaman.
Berkaitan dengan layanan zero trust, Anda bisa memanfaatkan Safous sebagai pilihan terbaik. Lewat Safous, Anda bisa mengimplementasikan sistem keamanan canggih zero trust secara mudah di berbagai ekosistem.

